Lie to Me

Hai...
Aku kembali, namun kali ini aku akan berbagi sedikit cerita dan potongan kisah yang menari-nari di dalam pikiranku, mencoba untuk melompat dan ingin tertuang di dalam selembar kertas sebelum kemudian tertinggalkan.

Apa kebohongan yang paling menyakitkan yang pernah kamu dapatkan? Pengkhianatan seorang pacar? Terlupakan oleh tunangan? Melihat orang yang kamu percayai tiba-tiba menusukmu dari belakang? Ataukah kamu mencintai orang yang berpura-pura untuk mencintai kamu? Mempercayai sebuah kebahagiaan semu? Percayalah hidup sebenarnya adalah sebuah panggung sandiwara yang di permainkan oleh sang waktu. setiap manusia dapat berubah seiring dengan berlalunya waktu. Di dunia ini tidak ada tidak ada tokoh yang sepenuhnya baik dan sepenuhnya jahat, seperti sinetron, Bahkan terkadang orang paling dekat denganMu lah yang sebenarnya adalah musuh terbesarmu. Jangan pernah melonggarkan kewaspadaan, karena kamu tidak akan tahu dimana dan kapan musuh akan menyerang.
Well, ini tentnang aku, seorang gadis 24 tahun yang sedang melakukan pencarian diri. Baik secara fisik maupun mental. Dan disinilah aku berada, berada pada sebuah tempat yang sebenarnya aku tidak mengerti apapun tentang hal ini. Aku, aku adalah seorang manusia normal yang berada dalam lautan orang gila, ataukah aku adalah orang gila yang berada di dalam kerumunan orang normal? aku tak tahu dengan pasti.  Aku hanya mengedarkan pandangan dan mencari-cari seseorang yang seharusnya aku temui 2 jam lalu di taman ini.
"Hai, Daniel.. Kamu tahu Lana?" ucapku pada salah satu kenalanku yang baru saja lewat tanpa memperhatikan penampilannya yang di penuhi dengan armor kesatria.
"Coba kamu cari di ruang panitia, kalau nggak di gedung 3E, di pojok sana. Dia biasanya berada di tempat itu"
"Thanks"
Aku mencoba berlari untuk mengejar sang waktu. Hari ini, 2 jam yang lalu adalah hari pertama pertemuanku dengan tunanganku setelah 3 tahun tak berjumpa, dan berani-beraninya dia melupakan hari sepenting ini? Aku tidak datang ke Indonesia hanya untuk di abaikan!
3A.... 3B.....3C.... 3D... dan 3..E
Hati ku berdebar dengan kencang, saat mendengar suara yang tidak asing di telingaku. Suara ini, adalah suara seorang wanita.. yang  sedang.. dan juga ada suara laki-laki yang sedang...
Kepalaku mulai pening dan kurasakan kelenjar keringatku memproduksi terlalu banyak. aku tidak ingin mengetahui apa yang ada di balik pintu ini.
Aku mencoba memutar kenop pintu ini, benar seperti dugaanku, tidak terkunci. mungkin mereka sedang terbutu-buru untuk melakukan sesuatu hal. Darahku mulai mendidih, aku hanya berharap agar laki-laki yang sedang bersama dengan wanita di dalam ruangan ini bukanlah tunanganku.
Sedikit cahaya yang dapat menembus kaca ruangan ini, membuat suasana menjadi sangat romantis dan temaram. Harus aku akui mereka memilih tempat yang cukup strategis untuk melakukan atau bermesrahan.
Aku menjerit tertahan saat aku menginjak sesuatu yang seharusnya tidak aku injak. Dan Ya Tuhan yang aku injak bukanlah serangga, namun sebuah pakaian dalam milik wanita. Hatiku semakin panas saat aku melihat seorang wanita yang tidak berbusana dengan semestinya senang memeluk seorang laki-laki yang membelakangiku. Sepertinya mereka terlalu asyik dengan tindakan mereka sampai-sampai tidak menyadari kehadiranku disana.
aku membiasakan mata ku untuk melihat dalam cahaya yang temaram dan betapa hancurnya aku saat aku mendengar suara laki-laki itu menyebutkan nama seorang perempuan lain. Aku masih tidak percaya jika itu dia, aku melangkah perlahan dengan kaki yang tertatih masih berharap jika itu bukan laki-laki ku. Tapi, tanda lahir berbentuk hati di punggung itu sudah cukup membuktikan siapa mereka berdua. Aku membuka botol minuman yang ku bawah, dengan memantapkan hati, merakit hati yang hancur, aku berjalan dengan tegap ke arah mereka berdua. dan..
Bruuussssh...
"Aaaaaaaah" Teriakan mereka berdua entah karena yang mereka lakukan atau karena siraman teh dinginku.
"Halo sayang, dan Halo Keyla. Terimakasih telah menujukkan sesuatu yang.. emh.. indah dengan tubuh kalian berdua saat aku pulang dari Aussi. Thanks. Dan, Lana. aku sudah tidak membutuhkan cincin tunangan kamu lagi, cincin in bisa kau berikan pada seseorang yang sedang kamu berikan spermamu. sekali lagi, thanks"
Aku tersenyum yang manis sekali untuk mereka berdua, lalu melangkah untuk pergi. tidak sia-sia aku belajar akting selama ini, setidaknya mereka tidak akan tahu bagaimana perasaanku saat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2017's Resolution

Ikan dan Manusia

Cinta adalah Kamu